Selamat datang dan salam sejahtera bagi kita semua, pada kesempatan ini penulis ingin membagikan tentang dasar-dasar ilmu sosial dasar (ISD) yang kita ketahui bahwasanya hal ini merupakan Mata Kuliah Dasar Umum bagi para mahasiswa tentunya.Adapun hal-hal atau point-point penting yang ingin penulis sampaikan adalah tentang definisi (ISD) itu sendiri, lalu ruang lingkup dan tujuan nya serta contoh permasalahan dan solusinya
DEFINISI
- Menurut Drs.H.Abu Ahmadi
Ilmu sosial dasar adalah suatu program pelajaran yang baru yang dikembangkan di perguruan tinggi. Pengembangan ilmu sosial dasar ini sejalan dengan realisasi pengembangan ide dan pembaruan sistem pendidikan yang bersifat dinamis dan inovatif.
Sumber : Ahmadi, Abu. 1991. Buku Ilmu Sosial Dasar (halaman 3). Jakarta: Rineka Cipta.
2. Menurut Drs. Riswandi
Ilmu sosial dasar adalah gabungan dari disiplin ilmu-ilmu sosial yang digunakan sebagai pendekatan dan sekaligus sebagai sarana jalan keluar terhadap pemecahan masalah -masalah sosial.
Sumber : Riswandi. 1992. Buku Ilmu Sosial Dasar Dalam Tanya Jawab (halaman 10). Jakarta: Ghalia Indonesia.
3. Menurut A.W. Widjaja
Ilmu sosial dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial, khususnya masalah-masalah yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia, dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta,konsep,teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu social.
Sumber : Widjaja, A.W. 1986. Buku Ilmu Sosial Dasar Pedoman Pokok-Pokok Bahasan dan Satuan Acara Perkuliahan Mata Kuliah Dasar Umum (halaman 66) Jakarta: CV.Akademika Presindo Jakarta.
Jadi, berdasarkan pendapat tiga tokoh diatas dapat disimpulkan bahwa Ilmu sosial dasar adalah ilmu yang dipergunakan dalam pendekatan,sekaligus sebagai sarana untuk mencari pemecahan masalah-masalah sosial yang berkembang dalam kehidupan masyarakat.
TUJUAN
Sebagai salah satu dari mata kuliah dasar umum, ilmu sosial dasar mempunyai tujuan pembinaan mahasiswa agar:
a. Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah-masalah sosial yang ada dalam masyarakat.
b. Peka terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha -usaha menanggulanginya.
c. Menyadari bahwa setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mendekatinya serta mempelajarinya secara kritis-interdisipliner.
d. Memahami jalan pikiran para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat berkomunikasi dengan mereka dalam rangka penanggulangan masalah sosial yang timbul dalam masyarakat.
Sumber : Ahmadi, Abu. 1991. Buku Ilmu Sosial Dasar (halaman. 3). Jakarta: Rineka Cipta.
RUANG LINGKUP
Ruang lingkup pembahasan mata kuliah ilmu sosial dasar yaitu :
- Adanya berbagai aspek pada kenyataan-kenyataan yang bersama-sama merupakan suatu masalah sosial sehingga biasanya suatu masalah social bisa ditanggapi dengan pendeketan yang berbeda-beda.
- Adanya beraneka-ragam golongan dan kesatuan sosial dalam masyarakat yang masing-masing mempunyai kepentingan kebutuhan serta pola-pola pemikiran dan pola tingkah laku sendiri tetapi juga adanya amat banyak persamaan kepentingan kebutuhan serta persamaan dalam pola-pola pemikiran dan pola-pola tingkah laku yang menyebabkan adanya pertentangan-pertentangan maupun hubungan hubungan setia kawan dan kerja sama dalam masyarakat itu.
Sumber : Ahmadi, Abu, dkk. 1991. Buku Ilmu Sosial Dasar Edisi Revisi (halaman 10-11). Jakarta: Rineka Cipta.
CONTOH KASUS
Beberapa hari sebelumnya, terjadi tawuran melibatkan pelajar SMK Al-Hidayah Lestari Lebak Bulus dan SMK 57 Pasar Minggu, tepatnya di Jalan Punak Raya, Pangkalan Jati, Cinere, Kota Depok, Jumat (19/10/2018). Akibatnya, seorang pelajar SMK Al-Hidayah Lestari tewas dan tiga pelajar lainnya mengalami luka berat. Dua pelaku yang semuanya pelajar ditangkap dan Sembilan pelajar lainnya hanya dikenakan wajib lapor lantaran turut membantu aksi penyerangan. Barang bukti yang diamankan juga bikin merinding, yaitu lima buah celurit, satu buah stik golf, dan lima ponsel. Apakah mereka layak disebut pelajar?
Sumber : https://news.okezone.com/read/2018/10/22/338/1967520/11-pelajar-smk-57-pasar-minggu-ditetapkan-tersangka-2-orang-langsung-ditahan
Apa yang sebenarnya terjadi pada bangsa
ini? Kalau remajanya saja sudah bertindak melewati batas seperti itu, bagaimana
masa depan generasi penerus bangsa ini? Pertanyaan-pertanyaan di atas memang
memerlukan solusi segera, yakni solusi komprehensif yang bisa menghentikan
secara permanen kekerasan yang kini seolah menjadi tren di kalangan para remaja
atau pelajar.
Kita tak bisa hanya mengharapkan
penyelesaian dari aparat keamanan untuk mengatasi berbagai kasus kekerasan
pelajar yang akhir-akhir makin marak terjadi. Selain jumlahnya terbatas,
penyelesaian reaktif melalui aparat hukum juga tak bisa secara komprehensif menghentikan
kekerasan remaja.
Penyelesaian kasus kekerasan remaja
membutuhkan kerja sama banyak kalangan di masyarakat. Mulai pendidikan dan
pengawasan keluarga, lingkungan sekitar hingga lingkungan sekolah. Karena kalau
kita mau merunut penyebab munculnya kekerasan remaja, tak bisa dilepaskan dari
peran penting keluarga, lingkungan sekitarnya, dan sekolah. Keluarga bisa saja
menjadi salah satu penyumbang terbesar munculnya kekerasan remaja. Misalnya
kurangnya peran orang tua dalam mengenalkan nilai-nilai moral dan agama kepada
anak.
Selain itu, kekerasan dalam rumah tangga juga bisa memicu anak menjadi beringas. Kurangnya pengawasan orang tua terhadap anak baik aktivitas di lingkungan sekitar maupun sekolah juga memiliki peran besar dalam membentuk karakter anak. Tentu ada banyak faktor lain yang juga ikut berkontribusi mengapa remaja-remaja saat ini menjadi lebih mudah marah. Tayangan di televisi maupun muatan konten kekerasan di media sosial yang banyak membentuk karakter remaja.
Mari kita bersama-sama menyelamatkan para
remaja, generasi penerus bangsa ini. Sudah saatnya para elite juga memberikan
teladan yang baik, tidak sibuk saling “bertengkar”. Para remaja kita
membutuhkan perhatian lebih untuk bisa menjadi generasi hebat. Ingat, masa
depan bangsa ini ada di tangan mereka. Tidak ada yang lebih penting selain
mempersiapkan pendidikan dan akhlak mereka demi kemajuan dan kejayaan
Indonesia.

Komentar
Posting Komentar